Polusi udara merupakan salah satu ancaman bagi kesehatan masyarakat dunia. Bagaimana tidak, menurut penelitian dari WHO setidaknya ada 7 juta kasus kematian yang disebabkan oleh polusi udara setiap tahunnya.
Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan peringatan keras bahwa kualitas udara yang kita hirup sudah berada di level kritis. Partikel-partikel tak kasat mata seperti PM2.5 dengan mudah menyusup ke dalam tubuh, melewati sistem penyaringan alami manusia, dan merusak organ vital dari dalam. Ini bisa menyerang siapa saja, orang tua, ibu rumah tangga, pekerja, anak-anak dan juga bayi.
1. Kualitas udara di Indonesia
Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki kualitas udara yang buruk. Indonesia menempati peringkat ke 15 dari 115 negara menurut IQ Air. Buat yang belum tau, IQ Air merupakan perusahaan asal Swiss yang meneliti risiko PM2.5, partikel halus berbahaya hasil pembakaran fosil dan badai debu.
Saking kecilnya, polutan ini tidak hanya berhenti di paru-paru, tapi bisa menyusup langsung ke dalam darah kita. Data IQ Air tahun 2024, konsentrasi partikulat Indonesia berada di angka 35.5 atau melampaui 5 hingga 7 kali dari standar keamanan kualitas udara menurut WHO. Jika dibandingkan dengan negara tetangga di Asia Tenggara, Indonesia ‘berhasil’ menjadi jawara. Dengan angka tersebut, tentunya menjadi warning bagi kesehatan kita semua.
10 Dampak polusi udara bagi kesehatan
2.1. Meningkatkan risiko ISPA
Kualitas udara yang buruk dapat meningkatkan risiko ISPA. Tak heran, jika kamu sering terkena polutan dari asap kendaraan atau industri cenderung akan lebih mudah terjangkit gejala batuk, pilek dan juga radang tenggorokan. Hal itu terjadi karena polutan merusak lapisan saluran napas, membuat tubuh rentan terinfeksi virus/bakteri penyebab ISPA.
2.2. Memperburuk Gejala Asma
Penderita asma disarankan untuk menjauhi aktivitas atau kegiatan yang menimbulkan polusi udara. Polutan seperti PM2.5 dapat memperburuk gejala asma yang ditandai dengan gejala batuk, sesak napas dan munculnya suara mengi. Dalam skala yang lebih parah, polusi udara dapat menyebabkan peradangan paru – paru kronis dan berdampak pada penyempitan saluran pernapasan.
2.3. Meningkatkan risiko kanker paru – paru
Sel kanker paru-paru dapat terpicu oleh polutan berbahaya seperti CO2, PM2.5, ozon, dan asap rokok yang terhirup secara terus-menerus. Secara jangka panjang, paparan polusi udara dapat menyebabkan peradangan kronis dan kerusakan DNA sel – sel paru. Menurut sebuah penelitian, setidaknya polusi udara menyumbang 4% kasus kanker paru-paru.
2.4. Penyakit jantung
Polusi udara bisa sebabkan penyakit jantung? Benar sekali! Setidaknya ada 25% kasus kematian penyakit jantung yang disebabkan oleh polusi udara. Polutan seperti PM2.5, karbon monoksida (CO), nitrogen dioksida (NO2), dan ozon bisa masuk ke dalam darah melalui paru-paru. Hal inilah yang dapat menyebabkan kerusakan jantung dengan cara meningkatkan peradangan dan mengganggu aliran darah.
2.5. Gangguan kehamilan
Tak terbatas pada masalah pernapasan, polusi udara juga berimbas pada gangguan kesehatan pada ibu hamil. Paparan polutan dapat menyebabkan peradangan dan juga stres oksidatif. Dalam jangka panjang, polusi udara bisa mengakibatkan kelahiran prematur, berat badan bayi rendah hingga yang paling parah, adalah kematian.
Baca juga : Jarang Diketahui, Ini 7 Fungsi Masker Medis dari Masa ke Masa
2.6. Meningkatkan Risiko Diabetes
Siapa sangka polusi udara bisa meningkatkan munculnya diabetes tipe 2. Berdasarkan studi dari Environmental Research, polutan seperti PM2.5 masuk ke aliran darah melewati paru-paru. Partikel berbahaya ini memicu peradangan sistemik yang berakibat pada terganggunya fungsi organ tubuh seperti pankreas dan hati. Dalam jangka panjang, peradangan itu dapat menyebabkan resistensi insulin dan berkembang menjad diabetes tipe 2.
2.7. Masalah kulit
Partikel tak kasat mata dapat menempel di kulit dan mengakibatkan penyumbatan pada pori – pori. Jika terkontaminasi dengan polusi udara dalam waktu lama, hal ini dapat menimbulkan masalah kulit seperti jerawat, kulit kusam hingga iritasi.
2.8. Radang Hidung
Polutan yang dihirup oleh hidung dapat memicu terjadinya iritasi dan peradangan. Kondisi ini dikenal dengan Rhinitis yang ditandai dengan beberapa gejala seperti hidung tersumbat, bersin dan gatal – gatal.
2.9. Pneumonia
Peningkatan kasus pneumonia pada bayi dan lansia terjadi akibat paparan polusi udara, khususnya PM2.5. Dalam jangka panjang, PM 2.5 akan melemahkan sistem pertahanan paru-paru yang ditandai dengan gejala sesak napas, nyeri dada dan demam.
2.10. Kematian dini
WHO menyebutkan setidaknya ada 7-8 juta kematian di seluruh dunia diakibatkan oleh polusi udara. Menghirup udara yang tercemar polutan seperti PM 2.5 membuat orang sakit. Saat kamu menghirup udara yang tercemar, polusi tersebut melewati paru-paru ke dalam aliran darah . Dari sana, polusi dapat mencapai jantung, otak, dan organ lainnya. Polusi bahkan dapat melewati plasenta dan mempengaruhi janin yang sedang berkembang.
Penyebab Polusi Udara
Karena dampaknya yang sangat berbahaya bagi kesehatan, kita perlu mengenali penyebab munculnya polusi udara di sekitar. Umumnya polutan berbahaya termasuk PM 2.5 berasal dari
3.1. Emisi kendaraan
Asap kendaraan mengandung karbon monoksida (C0) yang berbahaya bagi kesehatan. Asap polutan terbentuk dari bahan bakar minyak yang juga mengandung nitrogen dioksida (NO2), dan partikel PM2.5
3.2. Limbah asap industri
Aktivitas industri seperti pabrik menghasilkan polusi udara yang mengandung karbon monoksida (CO), nitrogen dioksida (NO2), sulfur dioksida (SO2).
3.3. Merokok
Rokok merupakan sumber polutan yang paling dekat dengan kehidupan sehari – hari. Tanpa disadari, perokok ikut menyumbang polutan dengan kandungan lebih dari 7.000 bahan kimia beracun. Polutan utama yang berasal dari asap rokok meliputi karbon monoksida, nikotin dan juga tar.
3.4. Pembangkit listrik
Menurut Kemenkes, pembakaran dari proses pembangkit listrik menyumbang hampir 80% polusi udara. Polutan yang dihasilkan antara lain gas nitrogen oksida, karbon dioksida, partikulat (PM), dan sulfur dioksida (SO2).
3.5. Kebakaran hutan
Asap yang ditimbulkan dari kebakaran hutan dapat menyumbang polusi udara dan mengancam kesehatan manusia. Setidaknya ada 4 polutan utama yang terkandung dalam asap seperti nitrogen dioksida (NO2), ozon, hidrokarbon aromatik, dan timbal.
4. Mencegah Polusi Udara
Setelah mengenali penyebab polusi udara, kita juga perlu melakukan berbagai hal untuk mencegah munculnya masalah kesehatan seperti
1. Rutin memantau kualitas udara
Pemerintah melalui BMKG rutin memberikan update terkait kondisi kualitas udara secara real time. Atau, kamu bisa menggunakan aplikasi pemantau kualitas udara lain untuk memastikan apakah kondisi udara di sekitarmu cukup baik untuk beraktivitas
2. Hijrah ke angkutan umum
Mengingat tingginya polusi udara akibat kendaraan bermotor, menggunakan transportasi umum adalah hal yang bijak untuk dilakukan. Selain mengurangi polusi, kamu juga berperan dalam memangkas kemacetan jalan lho.
3. Uji emisi kendaraan
Dengan rutin melakukan uji emisi, kamu bisa memastikan pembakaran mesin kendaraan tetap sempurna. Hal ini tidak hanya membantu memperpanjang umur mesin, tetapi juga secara signifikan mengurangi jumlah gas karbon monoksida dan hidrokarbon yang dilepaskan ke udara bebas.
4. Pola hidup sehat
Hindari rokok dan mulailah pola hidup sehat dengan makan makanan bergizi agar daya tahan tubuh tetap terjaga.
5. Pakai Masker dalam segala aktivitas
Ingatlah bahwa polusi udara sangat mudah masuk lewat hidung dan mulut sehingga memakai masker adalah hal mutlak yang harus dilakukan.
Namun sayangnya tidak semua masker mampu menyaring udara dengan baik. Jangan asal pilih masker karena harga yang murah, namun tidak memberikan perlindungan yang efektif.
5. MIUMASK, Masker Premium Pilihan Keluarga Indonesia
MIUMASK hadir sebagai jawaban atas ancaman polusi udara. Dengan teknologi filtrasi mutakhir, MIUMASK mampu menangkap polutan mikroskopis sebelum sempat menyentuh paru-paru maupun aliran darah Anda.
Material 3-Ply dengan Filtrasi Optimal: Terdiri dari tiga lapisan perlindungan yang efektif menyaring partikel mikro, debu, dan polutan berbahaya tanpa menghambat aliran udara.
Standar Alat Kesehatan: Diproduksi secara ketat sesuai dengan standar alat kesehatan yang berlaku, menjamin keamanan dan efektivitas penggunaan di lingkungan medis maupun aktivitas sehari-hari.
Nyaman untuk Aktivitas Harian: Didesain dengan bentuk yang pas di wajah (ergonomis) dan bahan yang lembut di kulit, sehingga tidak menyebabkan iritasi atau rasa pengap meskipun digunakan dalam waktu lama.
Higienis: Setiap produk diproses dan dikemas dengan standar kebersihan tinggi, memastikan masker tetap steril hingga sampai ke tangan Anda. Efektif Melawan PM 2.5: Berkat teknologi filtrasi canggihnya, MIUMASK mampu memberikan perlindungan dari partikel halus yang menjadi ancaman utama polusi udara saat ini.
MIUMASK hadir sebagai jawaban atas ancaman polusi udara. Dengan teknologi filtrasi mutakhir, MIUMASK efektif menangkap polutan mikroskopis yang tak kasat mata.
Jadi, sudah siap untuk menghadapi polusi udara bareng MIUMASK?
Sources
https://www.iqair.com/id/world-most-polluted-countries
https://ayosehat.kemkes.go.id/bahaya-polusi-udara-bagi-kesehatan
https://www.alodokter.com/12-dampak-polusi-udara-bagi-kesehatan
https://www.rspondokindah.co.id/id/news/polusi-udara-dan-risiko-gangguan-jantung

